Yusuf Deswanto, S.S., M. Div.:
Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus: Fakta Sejarah atau Sekadar Dogma?

Jawaban atas Keberatan-keberatan terhadap Kebangkitan Kristus
Banyak orang di dunia ini yang tidak percaya kepada kebangktian Yesus Kristus. Itu adalah pilihan hidup yang harus dihargai dan tidak bisa dipaksakan. Namun, di antara orang yang tidak percaya itu kemudian ada beberapa orang mencoba mencari cara untuk “merobohkan” bangunan iman Kristen ini. Mereka mencoba membuat berbagi teori untuk menyangkal kebangkitan Yesus. Meskipun sekilas tampak meyakinkan, teori-teori tersebut dapat dijawab dengan logika sederhana. Yang diperlukan adalah sikap hati yang jujur dan terbuka, serta landasan berpikir yang runut dalam melihat argumentasi alkitabiah.

Lokasi Kuburan Tidak Diketahui Murid-murid
Kelompok pertama mengatakan bahwa Yesus dibaringkan di kuburan yang salah, sehingga murid-murid-Nya tidak tahu ke mana harus mencari mayat Yesus. Jadi menurut pandangan ini, murid-murid Yesus membuat cerita bahwa Yesus sudah bangkit dari kematian. Hal ini bertentangan dengan catatan Alkitab, bahwa Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus yang adalah murid-murid Yesus, merekalah yang menguburkan mayat Yesus, jadi mereka pasti mengetahui di mana Yesus dikuburkan (Matius 27:57; Markus 15:43; Yohanes 19:38, 39). Pemerintah Romawi pada saat itu juga mengetahui dengan pasti lokasi kuburan Yesus karena mereka menempatkan tentara Romawi untuk menjaga kuburan tersebut (Mat 27:62-66).

Kuburan Yang Salah
Ada teori lain menyebutkan akan adanya kemungkinan para wanita yang datang ke kubur Yesus pagi-pagi benar, masuk ke kuburan yang salah yang masih terbuka, dan bertemu seorang anak muda. Karena anak muda tersebut mengatakan bahwa Yesus tidak ada di situ, para wanita yang ketakutan mengira anak muda tersebut adalah seorang malaikat. Hal ini tidak dapat diterima karena para wanita tersebut tidak mencari kubur yang terbuka, melainkan kubur yang tertutup.[3] Lagi pula, mereka mengetahui di mana Yesus dikubur, karena mereka menyaksikan mayat Yesus dikafani (Luk 23:55). Orang-orang Farisi, Sanhedrin, orang-orang Romawi dan Yusuf dari Arimatea pasti langsung mengetahui jika para wanita itu masuk ke kuburan yang salah.

Hanya Legenda
Ada juga yang mengatakan, bahwa kisah kebangkitan Yesus hanyalah sebuah legenda cerita rakyat yang baru berkembang lama setelah peristiwa tersebut terjadi. Tetapi Rasul Paulus, kira-kira 20 tahun setelah peristiwa kebangkitan, menuliskan kepada jemaat di Korintus bahwa kebangkitan adalah fakta yang nyata disaksikan oleh 500 saksi mata, yang banyak di antara mereka masih hidup pada saat itu dan bisa diperiksa kebenarannya (1 Kor 15:6). Perlu diketahui, berdasarkan penelitian para ahli sejarah Alkitab surat Korintus yang pertama memang ditulis tidak lebih dari tahun 30 M. Ini berarti pada waktu itu masih banyak saksi mata kematian dan kebangkitan Kristus yang hidup. Dengan demikian, ketika Paulus menulis bahwa Kristus telah bangkit, dan bahwa banyak saksi dari kebangkitan itu yang masih hidup, maka ia berbicara dengan risiko yang terlalu tinggi jika yang ia sampaikan hanyalah legenda. Para “musuh” Kristen yang menjadi saksi kematian dan kebangkitan Kristus tentu saja segera akan mematahkan penyataan Paulus jika kisah kebangkitan Yesus sekadar dongeng yang dibuat-buat. Namun hingga abad pertengahan, tidak pernah ada sanggahan dari saksi mata yang lain tentang fakta kematian dan kebangkitan Kristus ini.

Tinggalkan Balasan

SURVEI PEMILU
Isi Survei Pemilu Majalah Dia yuk!
Klik di di sini