Penulis Redaksi

232 posts
Redaksi Majalah Dia

Philip Ayus:
Insiden Nyanyian Kemenangan

Sekitar 28 abad yang lalu, sebuah kerajaan sedang menikmati kemenangan besar dari rangkaian peperangan dengan kerajaan-kerajaan lain di sekelilingnya. Hari itu, para tentara pulang dari medan pertempuran. Tentu, ada yang bersedih karena kehilangan rekan atau keluarga di medan laga, namun secara umum, semua rakyat bersuka cita menyambut pulangnya para tentara […]

Dari Redaksi:
Media Baru dan Demokratisasi Komunikasi Publik

Media baru atau internet yang memungkinkan tersambungnya semua gawai (gadget) di seluruh dunia membawa pengalaman-pengalaman baru dalam pola komunikasi di dalam masyarakat. Sebelum ponsel bersistem operasi Android yang boleh dibilang murah-meriahitu merebak, tidak seorang pun berpikir bahwa tiap rumah tangga di dalam sebuah RT atau kompleks perumahan tertentu dapat terhubung […]

Dwina Juliana Warman:
Konsep Kepahlawanan 4.0

“Bagi saya, sosok pahlawan tidak pernah jauh dari pandangan saya. Perjuangan dan pengorbanan ayah-ibu adalah buktinya.”  “Dulu, istilah ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ tampak abstrak bagi saya. Tetapi kegigihan seorang guru untuk mencapai sekolah kami di desa terpencil dan ketekunannya dalam mengajar kami membuat saya memahami dan menghayati istilah itu.”   […]

Ivan Setiawan:
Kepahlawanan 4.0

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Pahlawan adalah sosok yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia di muka bumi ini. Eksistensi Indonesia yang merdeka hingga sekarang ini juga tak lepas dari hasil perjuangan para pahlawan. Sekarang […]

Lomba Resensi 2018

  “You don’t have to burn books to destroy a culture. Just get people to stop reading them.” (Ray Bradbury) Di era gawai dengan segala informasi kilat yang terkandung di dalamnya, membaca buku seakan menjadi kemewahan tersendiri. Salah satu hal yang membuat manusia di era gawai kurang tertarik untuk membaca […]

Yulius Tandyanto:
Duapuluh

Duapuluh tahun telah berlalu. Dan masih perlukah kita setia merayakannya? Kepada ia, sang momen, yang telah dibaptis sebagai tonggak untuk membuka era baru NKRI: Reformasi. Kebebasan, toleransi, dan solidaritas. Tiga anak kandung yang lahir dari rahim tua nan otoriter. Dan yang dibuahi oleh idealisme-idealisme darah muda. Dan juga yang selalu […]

Yulius Tandyanto:
Candu

„Die Religion […] ist das Opium des Volks,” tulis Karl Marx dalam kata pengantar buku Tentang Kritik atas Filsafat Hukum Hegel (1844). Dalam bahasa kita, potongan pernyataan Marx ini barangkali terdengar kontroversial, tetapi juga memikat: Agama adalah suatu candu bagi masyarakat. Pasalnya, bagi sebagian kita, agama adalah hal yang penting—jika […]

Yulius Tandyanto:
Dorothy

Kematian sesungguhnya sangat dekat dengan kita. Begitu dekatnya, sehingga kita sering melupakan “sentuhan” personalnya. Kita cenderung berjarak dan merasionalkan kematian dengan logika: semua orang akan mati. Memang kita jadi bersikap objektif terhadap kematian. Namun, ada sesuatu yang hilang di situ: suatu rasa gamang yang sangat pribadi ketika berhadapan dengan kematian. […]

Desy Aldewistya:
Kata dan Karya: Refleksi-refleksi Tentang Tuhan–Manusia, Gereja dan Masyarakat

Judul                : Kata dan Karya: Refleksi-refleksi tentang Tuhan – Manusia, Gereja dan Masyarakat Penulis             : Yonky Karman Penerbit          : Literatur Perkantas Tahun              : 2017 Tebal               : 252 halaman Sampul            : Soft cover ISBN                 : 978-602-0904-39-9   Buku karya Yonky Karman ini merupakan salah satu […]

Yulius Tandyanto:
Moral

Alkisah pada suatu siang bolong tampak seorang paman dan keponakannya sedang menyusuri trotoar. Mereka tampak berhati-hati agar tidak terserempet pengendara sepeda motor yang jauh lebih lihai menyusuri trotoar. Persis di ujung trotoar itu terlihat baliho bertuliskan, “Ayo, jadikan kota ini kota bermoral!” Tak lama kemudian, bertanyalah sang keponakan, “Paman, moral […]

Ayu Aditiarani Seniwati, S. Th.:
Pertobatan yang Sejati

Ada istilah unik terkait pertobatan yang menjadi sindiran seseorang yang tidak bersungguh-sungguh dalam pertobatannya, yakni “tomat”, yang merupakan akronim dari “sehabis bertobat, kumat lagi.” Setelah bertobat dan beberapa waktu menjauhi perbuatan dosa, ketika situasi tidak sesuai keinginan, maka Sang Petobat pun berbuat dosa atau kesalahan yang sama kembali. Hal inilah […]

Yulius Tandyanto:
Kata

Pada mulanya adalah kata. Dan kata itu tinggal bersama-sama kita. Syahdan, tak satu hal pun dapat diketahui oleh kita tanpa melalui kata. Barangkali kata hanya berkembang pada ras manusia—makhluk yang dikenal paling intelektual sampai saat ini. Hewan punya bahasanya sendiri, tetapi mereka tidak mampu menciptakan kata. Sebaliknya, hanya manusia yang […]

Yulius Tandyanto:
Benci

Pada tahun 2015, pastor David Oyedepo mengkhotbahkan kebencian terhadap umat Islam demi memenangkan petahana Goodluck Jonathan dalam pemilihan presiden di Nigeria. Bahkan, seruan untuk membunuh umat Islam pun tak lagi mengusik hati nurani massa pengikut Oyedepo. Di Pakistan, Sabeen Mahmud (39) menjadi target golongan religius ekstrem sejak tahun 2013 karena […]

Alkitab dan Seksualitas:
Pernyataan Nashville, Menjernihkan Kesalahpahaman

Dalam era pascamodern, serangan paling besar diarahkan kepada pihak-pihak yang memiliki standar moral yang dianggap “kaku”, yang “tidak sesuai dengan perkembangan zaman.” Gereja merupakan salah satu lembaga terbesar dan tertua yang menjadi sasaran, khususnya dalam hal seksualitas. Dan, sebagaimana pernyataan G.K. Chesterton bahwa penolakan terhadap Kekristenan bukanlah karena ditelaah dan […]

Yulius Tandyanto:
Mentor

Apakah mentor itu selalu baik? Harapannya sih begitu. Semua orang membayangkan “kakak pengasuh” yang baik. Setiap orang menghendaki dibimbing untuk menjadi lebih baik. Tapi, mungkin di situ tersimpan sejumput persoalan yang tak mau pudar: menjadi “baik”. Imajinasi tentang kebaikan senantiasa menggugah batin. Ia juga menumbuhkan harapan. Ya, harapan bahwa segala […]

Yosep Butar-butar:
Penanggulangan Radikalisme di Kalangan Mahasiswa

Belakangan ini, kita dapat melihat perkembangan paham radikal yang mencoba untuk menggantikan Pancasila menjadi Khilafah.[1] Salah satu yang menjadi viral adalah video sejumlah mahasiswa yang bersumpah untuk tegakkan syariah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia.[2] Hal tersebut bukan suatu kebetulan, karena menurut Peneliti Lembaga […]

Selfy Antasia:
Garudaku Terluka

Garuda Pancasila, akulah pendukungmu Patriot Proklamasi sedia berkorban untukmu Pancasila dasar negara Rakyat adil makmur sentosa Pribadi bangsaku:  Ayo maju-maju, ayo maju-maju, ayo maju-maju Syair di atas merupakan syair sebuah lagu yang digubah sangat indah sebagai sumbangsih seorang pemuda bernama Sudharnoto pada zaman kemerdekaan. Lagu ini dibuat sebagai “Mars Pancasila”, […]

Pijar Kurniawan:
Pesan Pancasila untuk Garuda

Dear Garuda, Pernahkah Engkau menyimak belakangan ini, tidak sedikit orang Indonesia menggemakan kata-kata, “Saya Indonesia, Saya Pancasila”? Frasa pertama menunjukkan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia, sedangkan frasa kedua mengasosiasikan diri mereka denganku, ideologi dasar negara Indonesia. Frasa kedua inilah yang menarik. Slogan ini menjadi tema di tahun 2017 yang […]