Yohannes Somawiharja:
Menemukan Kembali Akar Tradisi Kita Transformasi Masyarakat Melalui Bidang Pendidikan

Tugas Para Guru


            Kita harus berupaya mengembalikan peran para Guru sebagai pendidik/edukator dan menginvestasikan hidup pada para muridnya dan bukan hanya sebagai trainer. Kompetensi Trainer adalah untuk memastikan peserta didik punya ketrampilan tertentu sedangkan pendidik membentuk pola pikir, karakter, nilai, sikap, interest, dan agar anak didiknya bisa mengkaitkan antara ilmu dan kehidupan serta mendorong tindakan nyata.

Saat ini IKIP sudah ditiadakan dan kriteria Guru adalah punya gelar S-1 plus sertifikasi. Menjadi Dosen kriterianya punya gelar S-2 dan sertifikasi dengan training mendidik selama hanya 2 minggu dan ditambah 2 minggu lagi di tahun berikutnya dan sertifikasi. Dari kriteria dan model seperti itu kita sudah bisa memperkirakan bagaimana muka pendidikan kita. Program sertifikasi Guru dan Dosen tidak merambah sampai kompetensi sebagai edukator.

Lalu bagaimana caranya agar dalam situasi buruk ini kita bisa belajar menjadi edukator? Saya mengusulkan pemakaian dua wadah. Pertama adalah pembentukan Professional Chapter (PC) untuk Guru. Saya dengar bahwa lebih dari 50% alumni Perkantas di Indonesia Timur berprofesi sebagai Guru atau Dosen. Dengan demikian besaran ini merupakan potensi untuk pembentukan PC Guru dan Dosen.

Saya harap di PC pada partisipan lebih menekankan pada penerapan dan bukan hanya terbatas pada Bible Study saja. Lakukanlah pembelajaran konsep dan metode seperti Project Based Learning misalnya. Bahan bisa di dapat dari dukungan stakeholder lain atau internet. Lakukan pembuatan modul bersama-sama. Jika perlu bisa undang trainer atau ahli. Lalu wadah kedua adalah dalam kelas kita sendiri. Melalui assignment mengajar kita buat penerapan apa yang sudah dipelajari dan dibuat di PC. Dengan demikian terbentuk model belajar on-the-job.

Dalam PC para Guru juga belajar bagaimana membangun Personal Branding. Saya kira ini satu hal yang paling diabaikan oleh para Guru. Usahakan agar kita bisa menjadi ahli dalam hal tertentu yang melibatkan model pendidikan secara mentoring. Kita pikirkan strategi untuk membuat diri kita dikenal orang dengan memanfaatkan social media: blog, personal website, atau menjadi pembicara seminar, dlsb. Tujuannya tentu saja bukan agar “beken” melainkan untuk membangun network, yang tentu saja sangat diperlukan untuk saling berbagi resources, baik metode maupun pendanaan.

Tinggalkan Balasan

SURVEI PEMILU
Isi Survei Pemilu Majalah Dia yuk!
Klik di di sini