Reza Tehusalawany:
Pemimpin yang Transformatif: Mimpi atau Realitas?

Realitas umat (baca: PMK)

Hal unik terjadi ketika kita melihat umat Kristen (baca: PMK) di negara kita. Kini hampir tidak ada kampus yang tidak memiliki perhatian kepada pembinaan kerohanian mahasiswanya. Entah itu bersifat top down, maupun dibangun dari bawah oleh para mahasiswa sendiri. Kenyataan ini membangkitkan realitas munculnya anak-anak muda yang giat melakukan kegiatan rohani, melek hal rohani. Muncul asa bahwa generasi tersebut akan membawa pembaharuan ketika mereka terjun sebagai alumni. Namun apa yang terjadi kemudian? Sulit dipercaya bahwa perubahan yang diharapkan di negara ini tak kunjung tiba! Padahal setiap tahun kampus-kampus menghasilkan alumni-alumni baru, dimana di dalamnya ada “mahasiswa-mahasiswa Kristen, yang katanya, rajin PA, mengikuti atau melaksanakan retreat/kamp, menjadi pengurus PMK, menjadi PKK, juga aktif pelayanan di Gereja, dan seabrek jabatan atau aktivitas pelayanan lainnya”. Ajaib!

Mengapa? Karena pengenalan akan Firman Tuhan dan Tuhan itu sendiri harusnya sudah membawa pembaharuan di dalam diri seseorang. Apalagi jika sudah mendapatkan pembinaan yang rutin secara berkala selama beberapa tahun. Sehingga realitas umat Kristen (baca: PMK) di atas terasa absurd atau kabur. Apalagi jika mengetahui bahwa pembinaan-pembinaan tersebut terjadi dalam suatu kerangka pikir bahwa pada akhirnya mereka diharapkan menjadi pemimpin, pemimpin yang dapat membawa pembaharuan atau transformasi. Namun, jauh panggang dari api, begitulah kira-kira realitas ketika mereka terjun dalam masyarakat. Masalah tidak terselesaikan, namun masalah baru muncul. Orang kemudian menjadi apatis dengan umat Kristen (baca: PMK) karena tidak mampu berfungsi sebagai garam dan terang dalam masyarakat yang semakin “gelap dan busuk”. Tidak mampu menghadirkan pemimpin yang transformatif bagi bangsa ini.

Leave a Reply