Ir. Lukas Tersono Adi:
Transformasi Masyarakat di Bidang Kewirausahaan

Memulai memikirkan kata transformasi, berarti mulai dengan bertanya ada tidaknya perubahan yang terjadi pada diri seseorang sebagai bagian dari masyarakat, dan, bahwa perubahan itu menuju life style (gaya hidup) yang membiasakan diri dengan berwirausaha atau berusaha (tidak hanya berdagang) yang bisa diterima sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Masyarakat memilih

Pada era Orde Baru, khususnya masyarakat petani, diberi pelbagai program agar Indonesia menjadi Negara di Asia yang menguasai pasar hasil pertanian. Lahan luas, baik daratan dan lautannya, bahkan jumlah orang yang berprofesi petani mencapai 80%. Profesi lain terbesar adalah pegawai negeri, sedangkan sederetan pengusaha nasional masih sangat sedikit jumlahnya dan didominasi etnis China.

Pada era reformasi, semua segi kehidupan tidak lagi memberi harapan, dunia pertanian pamornya turun, dunia usaha ya suram, PHK dimana-mana, gelombang pengangguran melanda, sementara daya tampung CPNS amat kecil cenderung makin diperkecil, lantaran beberapa daerah sampai menunggak gaji pegawai negeri disebabkan keuangan Negara sedang dilanda masalah besar yaitu krisis keuangan.

Apa yang dilakukan masyarakat menghadapi situasi itu, ternyata mulai berusaha dengan semampunya untuk tetap dapat bertahan hidup. Dapat dihitung di sekeliling rumah kita, yang dulu hanya ada satu dua toko rumahan, sekarang, satu gang saja bisa dua atau lebih tetangga yang ikut berdagang, warung tenda yang menjual makanan kecil dan berat di pinggir jalan menjamur, makin banyak lowongan bagi profesi penjual atau sales barang elektronik, obat, kelontong, dan makin banyak dijumpai tabib atau pengobat dadakan laris manis, banyak macam jenis usaha dadakan dan yang awalnya dengan keterpaksaan, tapi akhirnya menjadi penopang hidup keluarga.

Tetapi bukan perubahan ini yang kita inginkan, kita akan tetap mentransformasi masyarakat menjadi joyfull menghidupi kewirausaaan dirinya dan terus mau menggali hingga mencapai hasil optimal bagi kesejahteraan masyarakat (dinilai dengan pendapatan rata-rata individu yang meningkat). Maka diperlukan jenis transformasi dimana secara sadar masyarakat memilih jalan hidup mandiri untuk berkreasi menampilkan sebuah karya yang bernilai bagi masyarakat, karena masyarakatlah yang merasakan bermanfaat tidaknya produk karya kita. Perlu dibuat program terintegrasi antara teori dan teknis lapangan dari memulai suatu usaha, hingga bergulir dan tumbuh semakin dirasakan oleh masyarakat dan dapat diukur keberhasilannya.

Tinggalkan Balasan

SURVEI PEMILU
Isi Survei Pemilu Majalah Dia yuk!
Klik di di sini