Di tag: Hukum

0

Laporan Sri Widarti:
Mentawai, Ladang Yang Butuh Pekerja

Kepulauan Mentawai adalah gugusan pulau seluas 8000 km2 yang terletak disebelah barat Sumatera. Yang terdiri dari empat pulau besar yakin, Siberut, Sipora, Pagai Utara, Pagai Selatan dan lebih dari 125 pulau-pulau kecil yang mengelilinginya. Sebagian besar masyarakat Mentawai masih hidup secara tradisional. Mereka sangat mengandalkan hasil hutan – khususnya kayu...

0

Anthony Sagala:
Buku, Sarana Pengembangan Diri

Pentingnya buku Buku merupakan sarana penting bagi pembinaan diri (peningkatan kualitas sumber daya manusia), baik secara formal maupun informal. Karena itu, semakin maju suatu negara, semakin banyak pula buku yang diterbitkan. Misalnya, Amerika menerbitkan buku sekitar 40.000 judul baru per tahun. Sedangkan Jepang, negara termaju di Asia menerbutkan 35.000 judul...

0

Anugerah Pekerti, M. Psi, Ph.D.:
Bak Mobil Berpersneling Maju Mundur!

Daya Baca Mahasiswa dan Sarjana Indonesia   Anugerah Pekerti, M. Psi, Ph.D. adalah Direktur Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (PPM) Jakarta, sejak 1988 hingga sekarang. Bapa yang dilahirkan 6 Pebuari 1938 ini sangat berpengalaman dalam bidang pendidikan. Ia pernah mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (61-73), menjadi konselor mahasiswa di...

0

Sunaryo:
Self study

Billy Graham, dalam salah satu bukunya pernah menulis bahwa jika ia diberi kesempatan sekali lagi untuk menjalani hidup, maka ia akan lebih banyak menghabiskan dua pertiga dari waktunya untuk belajar. Pernyataan tersebut diutarakan, karena saat ini ia melihat orang lebih senang/cenderung melakukan aktivitas-aktivitas, seperti melayani ke sana kemari, dan hanya...

0

Fokus:
Budayakan Budaya Baca

Majalah DIA, Maret – April 1994 lalu, melakukan Polling pendapat mengenai self study mahasiswa Kristen. Self study ini dikaitkan dengan penyediaan waktu dan jumlah buku yang dibaca mahasiswa. Responden sebanyak 112 mahasiswa berusia sekitar dari 22 – 26 tahun serta aktif menjadi pengurus Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) di 14 kota...

0

Kunjungan ke Pulau Cendrawasih:
We Need You

Kemajuan pembangunan daerah dan masyarakat Irian Jaya adalah salahsatu tolok ukur kemajuan Indonesia. Namun bukan berarti setiap daerah dan pulau Indonesia harus mengalami kemajuan yang sama. Tidak! Kemajuandi pulau Jawa tidak dapat dibandingkan dengan kemajuan di Pulau Surabaya Sumatera, Kalimantan bahkan Irian Jaya.Kemajuan pembangunan haruslah ke arah pertumbuhan perekonomian (baca:...

0

Mandala Manurung:
Nasionalisme Vs Kedaerahan

Pancasila, Bukan Chauvinisme Setelah mengalami pergumulan yang cukup panjang dan berat, akhirnya nasionalisme Indonesia mencapai kematangannya dalam wujud Nasionalisme Pancasila. Memperhatikan buah pikiran pendiri Negara, nasionalisme Pancasila mengandung beberapa arti: Pertama, nasionlisme Pancasila bukanlah chauvinisme. Chauvinisme  adalah pandangan nasionalisme yang sempit dan agresif. Paham ini amat membahayakan perdamaian dunia, seperti...

0

Guno Tri Tjahjoko:
Rasa Senasib Sebangsa

“Pembangunan Nasional adalah pembangunan dari, oleh dan untuk rakyat, dilaksanakan di semua aspek kehidupan bangsa yang meliputi aspek kehidupan bangsa, yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan aspek pertahanan keamanan, dengan senantiasa harus merupakan perwujudan Wawasan Nusantara serta memperkukuh Ketahanan Nasional, yang diselenggarakan dengan membangun bidang-bidang pembangunan diselaraskan dengan...

0

Hendra Tjipta Muliana, ST:
Tantangan Kepemimpinan Masa Kini

Menurut definisi situs Wikipedia, kepemimpinan adalah “proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.” Sangat jelas dinyatakan bahwa seseorang disebut pemimpin kalau dia dapat mempengaruhi atau memberi contoh kepada pengikutnya agar dapat mencapai suatu tujuan, terlepas dari apakah tujuannya baik atau tidak baik. Lalu...

0

Yulius Tandyanto, S.I.Kom:
Mengarungi Pascamodernitas di Indonesia

Barangkali Edmund Husserl (1859-1938) gundah. Ia mengira-ngira bagaimana kemajuan modern akan merusak dunia. Bagi Husserl, filsafat dan sains tidak menjadikan manusia lebih beradab. Namun, membuat manusia kian pandai dalam kebiadabannya.   Kala itu, Eropa memang dilanda krisis. Gerakan Nasional Sosialisme dan Fasisme merekah menjadi suatu ideologi yang memukau. Pada masa...