Desy Aldewistya:
Kata dan Karya: Refleksi-refleksi Tentang Tuhan–Manusia, Gereja dan Masyarakat

Judul                : Kata dan Karya: Refleksi-refleksi tentang Tuhan – Manusia, Gereja dan Masyarakat
Penulis             : Yonky Karman
Penerbit          : Literatur Perkantas
Tahun              : 2017
Tebal               : 252 halaman
Sampul            : Soft cover
ISBN                 : 978-602-0904-39-9

 

Buku karya Yonky Karman ini merupakan salah satu buku yang diterbitkan oleh Literatur Perkantas dalam rangka 500 Tahun Reformasi.

Kumpulan refleksi teologis ini semula adalah tulisan-tulisan pendek Yonky Karman yang diterbitkan sebagian besar oleh Majalah Bahana, sedangkan beberapa tulisan lainnya dimuat oleh Majalah Dia dan Inspirasi. Oleh karena itu, terdapat beragam judul dalam buku ini yang dibagi dalam tiga sub: Tuhan – Manusia, Gereja dan Masyarakat.

Tulisan yang berjudul “Allah yang Menderita” merupakan salah satu bagian yang menyentuh. Dengan pilihan kata yang menarik, penulis berhasil membawa pembaca kepada perenungan tentang Allah yang menderita dalam kesabaran-Nya akan pemberontakan kita, manusia berdosa. “Salah satu yang membuat Allah menderita adalah memori-Nya”, ungkap penulis. Ingatan Allah yang sempurna menyebabkan tidak adanya proses pelupaan akan setiap pemberontakan manusia. Justru yang ada hanyalah tindakan mengampuni.

Secara garis besar, penulis dalam karyanya menekankan kesalehan vertikal (kesalehan pribadi) dan kesalehan horizontal (kesalehan sosial). Jika seorang Kristen menyatakan percaya kepada Allah dan mengasihiNya, tetapi tidak berbuah nyata dalam kasih kepada sesama, lingkungan, dan kehidupan berbangsa, maka imannya hanya disebut sebagai iman utopia. Kasih kepada Allah harus berbuah nyata bagi sesama, gereja dan bangsa. Dengan kata lain, kata harus berbuah dalam karya.

gereja harus terus memikirkan bagaimana menghasilkan umat yang memiliki visi sosial, umat dengan kepekaan sosial yang tinggi

Dalam beberapa bagian lainnya, penulis berulang kali mendorong gereja agar menghayati perspektif Kristen yang holistik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melihat kondisi moral bangsa yang semakin hari makin terpuruk, gereja harus terus memikirkan bagaimana menghasilkan umat yang memiliki visi sosial, umat dengan kepekaan sosial yang tinggi. Gereja juga harus menyiapkan kaum intelektual Kristen untuk mengantarkan berkat Allah bagi seluruh masyarakat di seluruh pelosok negeri ini.

Keberagaman juga menjadi salah satu poin yang menarik. Penulis mendorong pembaca untuk menghidupi pluralisme dalam konteks bangsa Indonesia. Hal ini akan membuka ruang kebersamaan dalam interaksi sosial sehari-hari.

Yonky Karman, Ph.D., adalah pakar sekaligus dosen Perjanjian Lama di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi/ STT Jakarta, lulusan Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang (B.Th.), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta (Drs.), Calvin Theological Seminary, Grand Rapids-USA (Th.M.), dan Evangelische Theologische Faculteit, Leuven-Belgia (Ph.D.)

 

*peresensi adalah mahasiswi jurusan Antropologi Sosial di Universitas Indonesia

Leave a Reply