Agustinus Titi:
Visi dan Misi Pelayanan Mahasiswa

Pendahuluan

Loren Cunningham dalam papernya Mobilizing Young People For World Evangelization  mengatakan, “Visi atau penglihatan yang khusus adalah melakukan apa yang benar, ditempat yang tepat, dengan orang-orang yang tepat dan dengan sikap hati yang benar”. Visi seperti ini biasanya datang dari Tuhan.

Visi yang jelas sangat penting bagi setiap orang. Akrena melalui visi yang jelas tersebutlah, kita akan melihat posisinya secara jelas. Sehingga kita dapat merumuskan dan melaksanakannya secara tepat pula.

Dalam melaksanakan visi Tuhan tersebut, kita harus mengerti “strategi Tuhan” untuk mencapai tujuan-Nya. Pemahaman dan cara Tuhan yang jelas akan menolong kita mewujudkan misi pelayanan secara evektif dan berkuasa. Karena itu, visi menentukan strategi yang digunakan dan strategi yang tepat menentukan program-program pelayanan.

Visi Pelayanan Mahasiswa

Rencana Allah bagi setiap manusia sangat jelas, yaitu menyelamatkan manusia dari hukuman ‘kematian’ sehingga memiliki ‘kehidupan’ dan menjadi teman sekerja Allah (Yoh 3:16; Kej 3; Rom 7:4). Rencana Allah ini digenapi-Nya melalui pemberitaan Injil Keselamatan. Rencana kasih-Nya yang kudus dan luas ini, meliputi seluruh umat manusia termasuk mahasiswa dikampus-kampus (Yoh:3:16; Mat 28:19-20; Kis 1:8). Dalam menyampaikan berita keselamatan tersebut, Allah melibatkan manusia untuk menjangkau sesamanya. Untuk penjangkauan sesama tersebut akan lebih efektif bila orang itu menjangkau yang seprofesi dengannya, Seorang mahasiswa misalnya, akan lebih efektif bila menjangkau mahasiswa. Mengapa? Mahasiswa dipakai menjadi teman sekerja-Nya karena merekalah yang paling tahu pergumulan sesama yang seprofesi dengannya. Mereka memiliki tempat, status dan pergumulan yang sama. Manusia dalam menjangkau manusia, termasuk mahasiswa, dipakai Allah menjadi teman sekereja-Nya untuk menyampaikan berita keselamatan kepada mereka yang bergumul dalam dosa. Sehingga mereka datang kepada kepada Allah uuntuk menerima anugrah keselamatan yang sudah dikerjakan Tuhan Yesus Kristus secara tuntas di kayu Salib ( Mat 11:28-30).

 

B. Tantangan Pelayan Mahasiswa

Tuhan menempatkan setiap manusia dalam profesi dan status, termasuk mahasiswa, dengan suatu tujuam yang jelas. Sebagai orang yang sudah diselamatkan, maka bila ia berstatus mahasiswa seharusnya ia menjadi kawan sekerja-Nya dalam pelayanan mahasiswa. Kampus bagi seorang mahasiswa adalah lading yang sudah menguning dan telah siap ditua (Yoh 4:35-38). Mahasiswa selayaknya melihat kampusnya sebagai ‘ladang’ pelayanan utamanya. Kesempatan menjadi mahaasiswa hanya datang sekali. Setelah alumni, kita hanya dapat menyaksikan mahasiswa yang masuk dan keluar kampus, tanpa dapat menjangkau dan membawa mereka mengenal Kristus.

Jumlah mahasiswa yang terus bertambah menjadikan ladang pelayanan ini semakin penting dari tahun ke tahun. Ribuan mahasiswa memadati kampus-kampus diseluruh Indonesia. Keadaan tersebut adalah kesempatan besar. Namun, sampai sekarang masih sedikit orang yang melayani sesamanya. Kalaupun ada yang sadar bahwa kesempatannya singkat, hanya sedikit sekali yang memiliki komitmen yang kuat. Kita harus berdoa agar Tuhan menggerakkan mahasiswa Kristen dan diri kita sendiri untuk melihat rencana Allah dengan jelas dan memberi diri untuk misi-Nya ini.

 

D. Mengapa Kita Perlu Melayani Mahasiswa

Kasih Allah ditunjukkan kepada seluruh dunia, termasuk pada mahasiswa (Yoh 3:16). Dalam rencana penyelamatan-Nya tidak ada satu golonganpun yang diabaikan-Nya. Karena itu perintah agung Yesus Kristus tidak hanya mencakup wilayah,suka dan ras, juga kelompok-kelompok khusus dalam masyarakat seperti mahasiswa (Mat 28:19-20; Mark 16:15).

Dalam sejarah Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru kita melihat bagaimana Allah menaruh perhatian khusus kepada kelompok intelektual seperti Mussa, Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, Paulus, Lukas dan lain-lain. Allah menempatkan mereka pada posisi-posisi khusus untuk melaksanakan kehendak-Nya

Kehidupan mahasiswa dikampus maupun diluar kampus, memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan golongan yang lain. Melihat kekhasan tersebut, maka diperlukan cara-cara pelayanan yang khusus, kreatif dan kontekstual.

Mahasiswa merupakan kelompok yang potensial dan resoinsif terhadap Injil. Mereka sedang mengalami proses kristalisasi pandangan hidup, sehingga mereka akan banyak bertanya, mencari dan memiliki. Disini terbuka kesempatan bagi kita untuk memberikan jawaban secara Kristen kepada mereka.

Bila mahasiswa ‘dimenangkan’ akan terjadi dampak positif terhadap seluruh segi kehidupan mereka. Apalagi ungkapan student today leaders tomorrow bukanlah ungkapan kosong. Mereka calon pemimpin gereja, bangsa dan Negara untuk masa depan. Dari dunia mahasiswalah akan muncul pemimpin-pemimpin masa depan bangsa dan gereja. Karena melalui pelayanan mahasiswa kita sedang melakukan sesuatu yang bernilai kekal yang akan menentukan masa depan bangsa dan gereja di Indonesia. Bila golongan ini diabaikan, maka akan sulit dibayangkan apa yang akan terjadi kelak dengan kehidupan keluarga, masyarakat, Negara dan gereja di Indonesia.

 

Misi Pelayanan Mahasiswa

Berbicara tentang misi pelayanan Mahasiswa berarti berbicara tentang apa yang hendak dikerjakan dan dicapai dalam pelayanan mahasiswa.

Penusuran Siregar (lebih dikenal dengan Soen Siregar, dan kini menjadi pengusaha, red) seorang pendiri Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas) mengatakan, “Perkantas adalah pelayanan yang berpusat pada persekutuan doa dan pemahaman Alkitab yang bertujuan membantu mahasiswa agar mampu menggali sendiri firman Allah serta melaksanakan firmannya secara benar. Setelah itu, mampu menyampaikan kebenaran firman itu kepada orang lain.

Begitu pula Jonathan L. Parapak, M.Eng., [pernah menjadi Sekertasi Jendral Departemen Pariwisata, Pos dan telekomunikasi, (Men-paepostel)] juga seorang pendiri Perkantas mengatakan: konsepsi pembentukan Perkantas didasarkan pada visi menghasilkan sarjana-sarjana yang dewasa dalam iman, mandiri dalam pelayanan dan kesaksian, serta menjadi insan pembangunan yang tangguh, penuh dedikasi, inovatif dan merupakan anggota masyarakat, khususnya gereja, yang berkarya positif. Jadi hakekat keberadaan Perkantas di Indonesia adalah untuk menghasilkan manusia yang berkualitas.

Dari sudut pandang lain, Perkantas dibentuk sebagai suatu respon nyata dari amanat agung Tuhan Yesus agar semakin banyak yang memiliki dan merasakan kasih Tuhan dalam, wujud keselamatan dan tangguh dalam

  1. Iman
  2. Berkepribadian, berakhlak dan berbudi pekerti.
  3. Relasi.
  4. Berkarya, mengabdi, melayani dan bersaksi.
  5. Menghadapi tantangan.

Secara ringkas misi pelayanan mahasiswa adalah:

Pertama, memberitakan Injil Yesus Kristus untuk menghasilkan pertobatan Kristen yang sejati. Kedua, membina dan melatih mahasiswa agar mereka mampu melayani dengan baik. Ketiga, membina mahasiswa untuk mencapai pertumbuhan rohani yang dewasa serta melatih dan mengajar mereka menjadi alumni yang berkualitas dan berdedikasi melayani melalui profesi, gereja dan masyarakat dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

 

Allah Rindu Memakai Kita

Bagaimana mewujudkan visi Tuhan di atas? Tuhan memanggil manusia yang mau taat pada kehendak-Nya dan bersedia diutus melayani kampus. Generasi ini harus dicapai demi generasi mendatang dan demi Kerajaan Allah.

Michael Griffiths pernah berkata, “Kita hanya mempunyai hidup sekali. Mungkin sudah kita lalui seperempat, sepertiga, setengah atau bahkan lebih dari itu. Apa yang sudah kita lalui itu sudah lampau dan tidak akan kembali. Bagaimana dengan yang masih sisa? Apakah yang akan kita buat dengan itu? Maukah kita dipakai-Nya?”

 

Dituliskan oleh Agustinus Titi, Mantan Staff Nasional Perkantas

Leave a Reply