Yoel Indrasmoro:
Zakheus

Pribadi yang Kesepian
Motivasinya sangat besar. Kelihatannya, dia sungguh-sunggu penasaran akan pribadi Sang Guru dari Nazaret. Dari kabar yang didengarnya Sang Guru dari Nazaret itu memang bukan sembarang guru. Dia berbeda dari guru-guru yang biasa dikenalnya, yang sering menganggapnya rendah. Kabarnya, Yesus dari Nazaret menerima orang apa adanya. Bahkan salah seorang murid-Nya pun mantan pemungut cukai.

Mungkin, memang itulah alasan utama Zakheus dibalik keinginannya untuk melihat Yesus. Kemungkinan besar, dia pribadi yang kesepian. Dia tahu, jabatannya sebagai kepala pemungut cukai pastilah tidak disukai banyak orang.

Dia tahu juga, meski ada yang dekat dengannya, kebanyakan adalah orang-orang yang memang memiliki kepentingan. Mereka ingin menikmati pula kekayaannya. Mereka tidak sungguh-sungguh tulus bersahabat dengannya. Persahabatan itu berlandaskan hal yang rapuh: uang.

Sekali lagi, dia pribadi yang kesepian. Zakheus butuh teman. Teman, yang sungguh-sungguh tulus menerima dia apa adanya. Dan harapannya itu semakin tebal ketika mendengar bahwa Yesus singgah di kotanya.

Leave a Reply