Yoel Indrasmoro:
Zakheus

Tak Bertepuk Sebelah Tangan
Zakheus ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Zakheus mencari Yesus. Namun, di pihak lain, Yesus pun juga mencari Zakheus. Yesuslah yang menyapa Zakheus terlebih dahulu. Bahkan, Yesus menyatakan bahwa Dia harus menumpang di rumah Zakheus.

Tak mudah, dibayangkan apa makna sapaan Yesus di mata Zakheus. Yesus memanggil dia dengan namanya. Namanya, yang kadang menjadi bahan olok-olok orang itu, ternyata berharga di mata Yesus. Buktinya: Yesus mau menyebut namanya. Yesus tidak mengolok-oloknya, bahkan ingin menumpang di rumahnya.

Menumpang di rumah orang yang dianggap berdosa merupakan tindakan yang tidak biasa. Menumpang di rumah seseorang menyiratkan hubungan yang sangat akrab. Tentu kita tidak mau menginap di rumah orang yang tidak kita kenal atau percayai. Dan Yesus merasa perlu menumpang di rumah Zakheus sebagai sahabatnya. Yesus percaya kepada kepala pemungut cukai itu.

Tindakan Yesus sendiri pada akhirnya dicibir oleh para pemimpin Yahudi. Sang Guru tak terlalu peduli dengan cibiran itu. Tampaknya, Yesus tahu, pada dasarnya Zakheus sungguh-sungguh ingin hidup seturut arti namanya. Yesus tahu, Zakheus membutuhkan sahabat. Dan Yesus bersedia menjadi sahabatnya.

Leave a Reply