Feminis

Saya pernah membaca tentang seorang wanita karir dan ibu rumah tangga yang mengaku dirinya feminis, tetapi orang-orang tidak percaya karena dia bisa memasak, supel bergaul dengan tetangga, sayang pada anaknya dan rukun dengan suaminya.

Waktu pertama kali mendengar tentang gerakan ini, saya mendapat gambaran yang ekstrim. Kaum feminis adalah sekelompok wanita yang berdandan rapi, merokok, mempunyai karir yang baik, ambisius dan siap berdebat dengan kaum pria di mana dan kapan saja. Mungkin banyak yang tidak menikah dan kalau menikah pun sebelumnya sudah membuat perjanjian-perjanjian tertentu (seperti mau mendirikan perusahaan). Kasar sekali ya!

Waktu mendengar kedua kalinya saya mulai melihat alasan mengapa mereka ada. Wanita membutuhkan pengakuan. Pengakuan sebagai manusia sebagai individu, sebagai seorang pengakuan yang tidak di dapat dalam sejarah dunia yang didominasi oleh kaum pria. Perlakukan yang tidak baik, pandangan adat yang menganggap wanita rendah di banyak belahan dunia membuat kaum wanita membuka suara mereka. Itu karena mereka manusia. Hal yang wajar menurutku.

Waktu mendengar lagi, saya pikir gerakan ini tidak akan pernah ada jika tiap orang sadar statusnya. Sejak awal Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan. Tuhan melihat itu baik. Dan wanita diciptakan sebagai teman, penolong sepadan bagi laki-laki. Jika ini dipahami tentu tidak akan timbul eksploitasi wanita dan gerakan feminisme yang ekstrim seperti yang digambarkan diatas.

Saya melihat feminis sebagai suatu simbol untuk mengekspresikan diri dengan lebih baik. Bukan berarti dia seorang wanita karir atau aktifis sosial yang selalu sibuk. Mungkin dia cuma seorang ibu rumah tangga, tapi dia dapat mengekspresikan diri dengan baik, mendapat penghargaan dari suaminya. Mungkin dia seorang feminis sejati. (FA)

Tinggalkan Balasan

SURVEI PEMILU
Isi Survei Pemilu Majalah Dia yuk!
Klik di di sini