Yakobus Here, B. Th:
Roh Kudus Pembaru Gereja

Dalam sejarah gereja mula-mula, kehidupan Jemaat selalu ditandai dengan persekutuan doa, penyelidikan Alkitab, puasa dan memuji Allah, bahkan pengutusan misi pun tidak terlepas dan doa, puasa dan firman Tuhan. Dengan demikian pembaruan yang dilakukan oleh Rob Kudus, selalu berkaitan dengan doa, puasa, pengajaran dan penyelidikan firman Tuhan secara benar.

Sesudah Yesus naik ke surga, Dia telah mempersiapkan‘jemaat’  yang akan   meneruskan pelayanan-Nya  di dunia ini (Kis.  1:8-9).Jemaat itu senantiasa bertekun  dengan  sehatidalam  doa  bersama-sama, sekaligus  menantikan  janjiYesus untuk   mengutus penolong, yaitu  Roh  Kebenaranyang akan  memimpin merekakepadaseluruhkebenaran(Yoh. 16:13). Selama sepuluh hari sesudahkenaikan Yesus, mereka  terus  menerus  berdoa  kepada Allah dalam satu hati.Mereka senantiasa berkumpul  dalam bait Allah (Luk. 24:35, Kis. 1:14) dan memuliakan  Allah. Ketika tiba hari Raya Pentakosta mereka berkumpul dalam satu tempat(Kis.2:1).

Kedatangan Rob Kudus persis pada waktu mereka sedang berkumpul, berdoa dan menyelidiki firman Tuhan. Dikatakan oleh Alkitab bahwa Roh Kudus turun dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus dan mereka dimampukan untuk berbicara tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah dalam bahasa yang sama sekali mereka  tidak mengerti. Pada saat itu juga terjadilah kebangunan rohani besar pertama bagi jemaat  itu.

Mereka semua diharui oleh kuasa Roh Kudus, diubah dan penakut kepada keheranian yang herapi-api untuk membenitakan  karya Kristus.

Gereja pada inasa proto Reformasi tidak lagi menunjukkan corak jemaat  mula-mula,  hal itu. ditandai dengan perselisihan-perselisihanteologis, rutinisme, bahkan adayangterperosok dalam sinkretisme. Dalam situasi kejenuhan dan penyelewenganfirman Tuhan,Tuhan menaruh  beban  pembaruan kepada“manusia­ manusia Tuhan” yang sering disebut “Perintis­ perintis Reformasi”.

 

John Wycliffe (1320 – 1384)

Seorang yang sangat taat pada Alkitab, dan menyatakan bahwa Alkitablah satu-satunya sumber (sola sriplura). Ketaatannya pada Alkitab merupakan kekuatannya dalam mengkritik penyelewengan gereja: indulgensi, Iransub, stansiasi dan lain-lain. Pengikutnya telah meratakan jalan reformasi di lnggris.

 

Yohanes Hus (1370 – 1415)

Hus adalah tokoh pembaru Cekoslowakia (Bohemia) yang sangat dipengaruhi Wycliffe. Keberaniaanya meneruskan perjuangan Wycliffe membuat dia dikucilkan dan dibakar di Konstanz. Namun Hus menjadi  benih reformasi Luther.

 

Masa Reformasi

Mengapa Reformasi timbul pada zaman Luther dan tidak sebelumnya? Tentunya hal ini tidak lepas dan waktu Tuhan (kairos).

Marthin Luther (1483 – 1516)

Masa Reformasi dapat dikatakan. dimulai dengan penyelidikan Alkitab. Sejarah gereja membuktikan apabila Alkitab digali dan diandalkan, Tuhan berkarya dalampembaharuan rohani. Saat yang penting dalam perkembangan teologianya yaitu pada saat Ia dengan serius menafsirkan   Roma   1:17“Sebabdidalamnya nyata kebenaran Allahyang  bertolak dan iman dan memimpinkepadaiman, sepertiada tertulis orang benar  akan   hidupoleh iman. Sehinggasola fide menjadi pusat teologia Reformasi. Penelitian Alkitab   begitufundamental pada zamanreformasi.

Masalah penjualan  surat indulgensi,  mendorong Luther untuk memakukan  95 dalil  (31 Okt. 1517) di pintu gerbang istana Wittenberg, sebagai undanganuntuk mendiskusikan masalah indulgensi. Pengucilan oleh gereja Roma Katolik terhadap Luther, selama kurang dari satu tahun (Des. 1521 – Sept. 1522) di purl Wartburg, ia pergunakan untukmenterjemahkan Alkitab Perjanjian Baru (PB) dalam bahasa Jerman. Sejak  semulaReformasi adalah gerakan Alkitab (soal scriptura).  “Alkitab harus memenuhi tangan, lidah, mata, telinga dan hati semua orang”. Reformasi bukan hanya gerakan pembaruan teologis dan gerejawi saja, tetapi juga suatu kebangunan rohani (revival movement). Tidak heran apabila reformasi merupakan zaman penterjemahan Alkitab ke dalam banyak bahasa di Eropa Utara.

 

Gerakan Anabaptis

Gerakan  Anabaptis bukan suatu organisasi atau denominasi.Gerakan  ini hampir serentakmuncul di Eropa (Swiss, Jerman Selatan, Austria, Movia dan lain-lain). Dengan datangnya reformasi banyak orang Kristen mengharapkan bahwa jemaat-jemaat lokalmenurut PB akan bangun, namun reformasi yang masih berorientasi pada teologia belum mewujudkan pola jemaat mula-mula yang misioner. Oleh karenaitu diantara gerakan  ini ada kelompok-kelompok yang radikal, ekstrem dan militan, tetapi banyak jugadiantaranya  yang  alkitabiahyaituberkerinduan mendirikan jemaat-jemaat sesuai pola PB dan kemudian berhasil dihimpun dan dipersatukan oleh Menno Simon (1496 – 1561) menjadi gerejaMennonit yang misioner

Prinsip gerakan Anabaptis adalah menganggap Alkitab sebagai sumber otoritas satu­satunya (solascriptura) buatimandankehidupan  mereka. Semuagerakan Anabaptis memperlihatkan semangatpenginjilan yang didorongolehkerinduanuntukmendirikan  jemaat-jemaat lokal pola PB.

 

Gerakan Reformasi Inggris

Faktor penunjang gerakan reformasi di Inggris, salah satunya adalahketidakpuasan sebagian bangsa lnggristerhadappemerintahan Paus di Roma. Juga tidak ketinggalanpengaruh  tulisan-tulisan Luther  khususnya bagiThomasCranmer yang diangkat menjadi uskup di Canterbury tahun1533. Tetapi   golonganyang berusaha keras menjauhkan Gereja Anglikan dan sisa-sisa gereja Katolik Roma adalah “Puritanisme” dandikemudian  hari  berkembang  menjadi Gereja Babtis (John  Smyth  dan Thomas  Heiwys). Gereja inilah  yang  mengutus William Carey tahun 1792 ke India. Ada beberapa penekanan keyakinan  Puritanisme antara lain. Pertama, keselamatan pribadi seutuhnya danAllah (sola gratia). Kedua, mengakui otoritas tertinggi dan Alkitab. Ketiga, gereja  harus  diorganisiratas dasar firman Tuhan. Keempat, masyarakat adalah satu kesatuan yang utuh.

 

Masa Penyegaran Rohani (Revival Movement)

Selama kurang lebih 200 tahun (1550 – 1750) Eropa mengalami suatu zaman Ortodoksi dimana terjadi perselisihan teologis antara sesamagereja,semuapihakberusaha mengalimatkan dogma-dogma gereja setelitidan setepat mungkin serta sifatnyakonfrontatif, eksklusif dan bahkan sampai terjadi suasana panas dan tajam.

Kemudian zaman Ortodoksi ini dilanjutkan dengan zaman Rasionalisme dan pencerahan dalam mana Wahyudan Inspirasi Alkitab ditolak, kejadian ajaib ditolak rasio, kenaikan Kristus diragukan, Alkitab dianggap sama dengan naskah kuno yang perlu diteliti  secara  kritis dan skeptis, teologia dianggap tidak relevan lagi, dunia ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat, sehingga manusia mendewakan rasio.

 

Pietisme

Di tengah-tengah perkembangan zaman ortodoxi dan pencerahan, timbulah suatu gerakan baru dalam protestanisme yang rindu akan pembaharuan  gereja danpembangunan jemaatmenurut PB. Gerakan ini disebut “Pietisme”.

Mereka melihat kekristenan telah mentradisi, formal dan ikut-ikutan serta tidakmemperlihatkan kehidupan rohani yang sehat dan buah­buah Roh Kudus. Anggota  gereja sudah mulaiacuh tak acuh terhadap gereja. Situasi ini merupakan “gerbang” bagi atheisme dan komunisme.  Dalam situasiseperti ini, Pietisme dipakai Allah untuk menghidupkan gereja, dengan penekanan­penekanan: kelahiran kembali, penelitian Alkitab, Pengaraban Injil (P1), kesucian hidup, doa, diakonia, misi dan pendistribusian Alkitab.

Pietiesme telah menjadi  akar gerakan  penyegaran  rohani diEropadan bagian lain di dunia (terniasuk Amerika Utara). Semangat Puritanisme dihidupkan kembali. Gerakan yang dimulai dengan kelompok doa, membaca dan mendiskusikan firman  Allah, dipakai Tuhan luar biasa untuk membangunkan gereja dan kesuaman, bahkan andil dalam misi sedunia.

Gerakan Methodis di Inggris harus dilihat bersama-sama dengan gerakan Pietisme di Eropa daratan danThe Great Awekening diAmerika Utara. Ketiga gerakan ini mempunyaipenekanan teologis dan rohani yang sama. Situasi gerakan Anglikan sebelum gerakanMethodis sangat menjunjung tinggi materialisme, hanyut dalam  “isme’ ide-ide yang kabur, kemerosotan moral, dan agamawi, pemimpin gereja sibuk dengan pesta pora.

Secara khusus Tuhan memakai John Wesley, George Whitefield, dan Charles Wesley. Kebangunan Rohani di Inggris melalui mereka telah menyelaniatkan Inggris dan revolusi berdarah seperti di Perancis.Titik tolak dankekuatan gerakan ini terdapat pada: kelompokdoa dan penyelidikan Alkitab, doa dan puasa, dan penekanan teologispembenaran karena iman. Roh Kudus bekerja mulai dan kelompok doa  (cell group)  yang  berorientasi  pada  Alkitab. Dampak gerakan ini bagi gereja: khotbahdi luar gereja, gerakan kaum awam, wanita boleh berkhotbah, gerakan misi modem, dan cell groups.

Satu tahun setelah John Wesley meninggal (1791), puluhan badan misi didirikan di  banyak negara, atas prakarsa orang-orang Kristen Injili. Hal ini merupakan doa banyak pemimpin Kristen yangmeminta  intervensi Allah dalammengatasi kesuaman rohani   dibanyakgerejaEropadanAmerika, juga kekacauan peperangan dan politik sampai  permulaan  abad  keXIX.

Gelombang-gelombangyang dimulai di Eropa,lnggrisdan AmerikaUtara  sejak permulaanabad XIX. Melaluibahan-bahan misi diatas telah banyak misionaris diutuske   negara-negaraAfrika   (Uganda,   Kenya,Ruanda, Tanzania); Asia (India, Tiongkok, Korea dan Indonesia); dan Amerika Latin (Chili, Argentina, dan Brasil).

Melihat gelombang-gelombang kebangunan rohani ini nampaklah peran manusia Tuhan, seperti: Frelinghuysen,Tenent,Jonathan Edwards, George Whtefield. Mereka orang-orang yang berdoa, berpuasa, menyerahkan diri untuk dipakai Tuhan, berdisiplin tinggi, sedia berkurban, sehingga sangat berpotensi untuk dipakai Tuhan dalam memperbarui umat-Nya. Mereka sangat menjunjung  tinggi Alkitab, sehingga Roh Kudus bekerja dengan luar biasa melalui mereka. Sebab mereka tahu bahwa  gereja hanya dapat bertahan hidup apabila bergantung sepenuhnya pada Alkitab (Yoh.  15:1-8).

Menyadari status ge-reja sebagai “pengantin perempuan” Kristus, maka Allah menghendaki agar gereja tetap dalam kondisi yang dikehen­ daki Allah yaitu, kudus dan tak bercacat pada kedatangan Kristus sebagal mempelal laki-Jaki (II Pet. 3:14).

Dalam sepanjang sejarah gereja, ada tendensi untuk “mengkotakmatikan” struktur dan organ­ isasi gereja, bahkan ada usaha mempolitisir gereja dan akibatnya gereja tidak lagi mem­ beritakan firman Tuhan di bawah otoritasnya (firman Tuhan), tetapi gereja semakin diikat tradisi dan sakramentalisme. Gereja harus berorientasi dan tertanam kuat dalam firmari Tuhan, juga peka terhadap kehendak  Roh Kudus, sehingga apabila Ia bekerja untuk memperbarui dan menguduskan dengan mak­ sud menempatkan gereja pada proporsi Se­ benarnya, gereja harus slap menerimanya.

 

Dalam  “Gerakan-gerakan Pembaruan”

Allah sering memakai orang (kelompok) tertentu untuk memperbarui kasih dan kesetiaan gereja  terhadap  Dia bila mulai suam. Hal ini tampak dalam fakta sejarah hingga sekarang. Karya pembaharuan Roh Kudus tidak bisa dibendung oleh tradisi gereja yang sudah “beku’ sekalipun. Dewasa ini bagaimana gerakan “Kharismatik” misalnya, tumbuh de­ ngan subur dalam gereja. Dan pengamatan di lapangan,  diantara kelompok-kelompok pribadi ‘Kharismaitik” terlihat sangat menekankan  Roh Kudus, bahkan kehausan  akan firman Tuhan (Alkitab), doa dan puasa bagi kehidupan orang percaya.

Namun yang tidak sehat apabila ada kegerakan rohani yang sifatnya memaksakan karya  Rob  Kudus (domestic  exclusive), serta penafsiran yang salah terhadap karya Roh Kudus.

Dengan demikian gerakan pembaruan yang benar adalah gerakan yang dilakukan oleh Roh Kudus sendiri sebagai pribadi atas orang-orang yang mengandalkan Alkitab dan doa (Kis. 1:14,16; 2:42).

 

Dalam individuindividu

Roh Kudus adalah pribadi, sehingga kar­ yanya pun bersifat pribadi. Sejarah gereja membuktikan bagaimana pribadi tertentu di­ pakai Tuhan dalam karya pembaruan-Nya (Luther, Calvin, Spenner, John Wesley dan lain-lain).

Pembaruan yang dilakukan oleb Roh Kudus tidak pernah lepas dan Alkitab. Justru dalam usaha mengerti dan menerapkan firman Tuhan secara benar, di situ karya Roh Kudus bekerja. Orang percaya tidak bisa hidup tanpa Alkitab. Roh Kudus akan memperbaharui hidup kepribadiannya apabila orang itu mempunyal kehausan yang dalam terhadap firman Tuhan.

 

*dituliskan oleh Yakobus Here, B. Th, adalah staf Perkantas –  Yogyakarta

 

 

Leave a Reply