Palti Hutabarat:
Media Sosial untuk Kemuliaan Tuhan

[otw_shortcode_dropcap label=”S” font=”Aclonica” background_color_class=”otw-brown-background” size=”large” border_color_class=”otw-no-border-color”][/otw_shortcode_dropcap]aat kita menjadi milik Tuhan, maka semua yang kita miliki sepatutnya juga adalah milik Tuhan. Bukan hanya itu, setiap hal yang kita pikirkan dan lakukan sepatutnya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. 1 Korintus 10:31 berbunyi, “… Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Kemuliaan Tuhan berarti membuat Tuhan senang dan bangga dengan hidup kita, bukan sebaliknya.

Media sosial (medsos) sering dikonotasikan sebagai sesuatu yang negatif. Bagi mereka yang tidak setuju dengan penggunaannya, medsos adalah sesuatu yang buruk. Bagi mereka, medsos membuat orang menjadi tidak produktif dan hanya mengerjakan hal yang sia-sia. Akan tetapi, benarkah medsos adalah sesuatu yang buruk? Benarkah memakai medsos adalah hal yang sia-sia? Sesuatu yang sia-sia adalah ketika kita melakukan sesuatu tanpa ada manfaatnya. Segala sesuatu adalah kesia-siaan jika tidak bermanfaat bagi siapapun.

Beberapa manfaat media sosial
Padahal, medsos memiliki banyak keunggulan yang bisa kita manfaatkan demi kemuliaan Tuhan. Salah satu keunggulan medsos adalah tidak terikat ruang dan waktu. Sekali menuliskan sesuatu, banyak yang melihatnya. Selain itu, kita juga bisa mengetahui kondisi teman kita dan mengomentari pendapat orang lain.

Medsos saat ini juga bukan hanya dipakai untuk menyatakan isi hati atau mencari tahu kabar terkini, melainkan juga untuk menuntut penegakan kebenaran dan keadilan. Kita tahu bagaimana berpengaruhnya petisi online yang ditandatangani melalui situs Change.org dalam memperjuangkan kebenaran dan hak-hak sipil. Beberapa petisi yang dibuat kemudian dibagikan serta membesar pengaruhnya di media sosial dan akhirnya didengarkan oleh pihak terkait, sehingga berhasil melakukan perubahan-perubahan.

Manfaat lain media sosial adalah sebagai jembatan penghubung komunikasi dengan tokoh publik. Saya sendiri menjadikan medsos sebagai sarana berkomunikasi dengan tokoh-tokoh penting di negeri ini. Beberapa bulan yang lalu, saya pernah berdiskusi dengan pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, melalui akun twitternya, tentang gugatannya ke Mahkamah Konstitusi, yaitu mengenai pemilu serentak. Karena merasa ada yang salah dan saya kurang cepat menanggapi, pak Yusril pun menelepon nomor ponsel yang tertera di akun Twitter saya, dan kami pun berkomunikasi melalui telepon. Beberapa kali juga saya mencoba berdiskusi dan berkomunikasi dengan tokoh-tokoh nasional di akun Twitter.

Menjadi garam dan terang di media sosial
Lalu apa yang harus dilakukan supaya kita bisa memuliakan Tuhan di medsos? Caranya adalah dengan berbagi sesuatu yang baik dan benar, bukan hanya sekedar membuat status yang tidak jelas manfaatnya. Medsos saat ini sudah menjadi sarana utama seseorang untuk berkomunikasi dan mengenal seseorang. Walaupun ada yang memakai nama palsu dan anonim di medsos, namun setiap orang akan menilai kita dari apa yang kita tulis dan nyatakan. Ketika kita sudah menjadi murid Kristus, maka medsos kita seharusnya mewakili siapa kita sebenarnya.

Melalui medsos, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk sibuk sendiri dan tidak memberikan waktu untuk berbuat sesuatu bagi bangsa ini. Semua menjadi mungkin jika kita manfaatkan medsos kita dengan baik. Kita bisa menjadi garam yang menggarami dan terang yang menerangi melalui medsos, bukan hanya bagi mereka yang seiman dengan kita, tetapi juga bagi mereka yang tidak seiman dengan kita. Apalagi, usaha-usaha perusakan moral dan mental secara masif terus terjadi di medsos.

Karena itu, marilah kita jadikan medsos sebagai sarana untuk menyatakan kebaikan dan kebenaran dan memuliakan Tuhan. Janganlah kita menjadi alergi dengan medsos dan takut akan jatuh dalam dosa karena internet, tetapi taklukkan dan jadikanlah itu sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, serta ikut serta dalam isu-isu penting dalam negeri ini. Mari memuliakan Tuhan melalui media sosial kita. Tuhan memberkati.

——-
Palti Hutabarat adalah Staf Perkantas Riau

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *