Batara Pane:
Christianity in Action (Yakobus 4)

Adulterous People
Yakobus menyebut orang yang demikian adalah orang-orang yang tidak setia –adulterous people. Mereka “berzinah” dengan menjadi sahabat “dunia”, padahal sebagai orang Kristen seharusnya mereka semua adalah milik Allah. Persahabatan dengan “dunia” berarti permusuhan dengan Allah. Jadi harus pilih, “dunia” atau Allah, tidak dua-duanya – double-minded. Seperti halnya pengantin pria dengan pengantin wanita, bila pengantin wanita beralih ke pria lain, tentu pengantin pria akan cemburu. Begitu juga dengan Allah, Ia akan sangat cemburu, bila anak-Nya ber”zinah” dan menjadi sahabat “dunia”. Dan Ia ingin kita kembali, karena kasih karunia di dalam Allah lebih besar dari pada apa yang dapat diberikan oleh “dunia” ini. Tetapi untuk itu butuh kerendahan hati, bukan kecongkakan (Yak.4:6).

Submit Yourselves to God
Sekarang, apa “obat” yang Yakobus berikan, agar mereka “sembuh” dan kembali kepada Allah? Resepnya adalah tunduklah kepada Allah – submit yourselves, then, to God. Ini adalah istilah militer, yang berarti “tempatilah kedudukan yang semestinya”. Prajurit harus tahu tempat yang semestinya bagi dia, bukan sebagai Jenderal yang memerintah, tetapi sebagai prajurit yang tunduk pada atasan. Setelah itu, barulah orang Kristen Yahudi dapat melawan si Iblis.

Hal praktis apa yang harus mereka lakukan untuk tunduk kepada-Nya? Mendekat kepada Allah, dengan cara bertobat, “……Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang yang berosa! Dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!” – Yak.4:8. Orang Kristen Yahudi perlu merendahkan diri di hadapan Tuhan, untuk dapat menang dan menjadi saksi-Nya, dalam kehidupan real sehari-hari. Jangan congkak atau tinggi hati.

Jauhilah Kecongkakan
Di bagian akhir, Yakobus memberikan contoh tentang kecongkakkan manusia. Di sini, mungkin ia teringat kepada para pedagan kaya, yang sedang membicarakan urusan dagang mereka dan membanggakan rencana mereka ke depan, “….Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung” – Yak.4:13. Di bagian ini Yakobus mennujukkan bahwa sebenarnya manusia tidak berkuasa sedikitpun atas hidupnya. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi besok, “sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” Yak.4:14.

Yakobus mengingatkan seharusnya mereka mengatakan “Jika Tuhan menghendaki……”. Karena Tuhanlah yang berkuasa atas hidup ini, manusia hanya ciptaan yang sebentar ada, kemudian lenyap. Yakobus memerintahkan orang-orang Kristen Yahudi, untuk tunduk kepada Allah dan kehendak-Nya.

Leave a Reply